Kisah Tugas Guru kepada Siswa untuk Membawa Kentang

Untuk menanamkan sebuah pembelajaran yang bermakna, kadang menggunakan metode bercerita adalah metode yang saya rekomendasikan. Seperti kisah berikut ini:

Alkisah, ada seorang guru yang memberikan tugas kepada siswanya.

Mereka diminta untuk membawa kentang ke sekolah. Tapi, jumlah masing-masing kentang yang dibawa tidak harus sama antara siswa satu dengan siswa lainnya.

Jumlah kentang yang dibawa harus sama dengan jumlah orang yang dibenci oleh siswa.

Kemudian, masing-masing kentang ditulis dengan nama orang yang dibenci tersebut.

Keesokan harinya, para siswa sudah membawa kentang dengan jumlah yang tidak sama pula.

Ada yang membawa 15 kentang, 10 kentang, ada juga yang hanya membawa 3 kentang.

Ada anak yang dengan bangganya berkata “Saya bawa 10 kentang”, “Saya bawa 15 kentang”. Tapi Pak Guru sambil tersenyum kemudian mengambil beberapa kantung plastik untuk dibagikan kepada semua siswa.

Lalu Pak Guru meminta masing-masing anak untuk memasukkan kentang tersebut ke dalam plastik.

Setelah itu, mereka juga diminta untuk mengikat plastik dengan tali untuk selanjutnya dibuat gantungan leher.

Tugas tidak hanya sampai di situ.

Pak Guru juga meminta setiap siswa untuk menggantungkan ke leher siswa selama jam pelajaran selama 1 minggu.

Mereka boleh melepas hanya ketika jam istirahat dan jam pulang.

Saat hari berganti, mereka tetap diwajibkan untuk memakai kantung plastik berisi kentang tersebut sebagai kalung.

Setelah 1 minggu berlalu, ternyata siswa yang membawa kentang paling banyak akhirnya adalah siswa yang paling menyesal. Karena selain juga lebih berat, ternyata juga menimbulkan bau busuk”

Pak Guru akhirnya berkata, “Beginilah akibat dari rasa benci terhadap seseorang. Rasa benci hanya akan membuat beban kita sendiri. “

“Jika kalian mendendam lalu terus membawa dendam itu ke dalam kehidupan kalian, maka yang rugi siapa? “

“Diri kalian sendiri bukan?”

“Jadi, belajarlah memaafkan!”

“Janganlah kalian bawa beban dan bau busuk ke dalam kehidupan kalian sendiri!”

Ayo berkomentar!

Baik, kamu telah membaca cerita di atas kan?

Setelah kamu membaca dan memahami cerita di atas, sekarang ayo tuliskan amanat apa yang bisa kamu petik dari cerita di atas.

Tulis di bagian komentar ya…

31 Oktober 2020

0 Tanggapan pada "Kisah Tugas Guru kepada Siswa untuk Membawa Kentang"

Berikan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *